Sudah Banyak yang sukses berkat Jejualan

Posted by : CABACA Selasa, 25 Juni 2013

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Pasalnya, kegagalan dalam berbisnis seringkali dibarengi oleh kerugian material maupun non material. Meskipun yakin bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, penjual manapun pastinya tidak ingin terlalu sering mengalami kerugian. Untuk meminimalisir risiko rugi, penjual online mesti memahami alasan sebuah bisnis mengalami kegagalan.
Sedikitnya ada tujuh penyebab mengapa bisnis online bisa jatuh dalam kerugian.

  • Koneksi sempit
  • Di satu sisi, berbisnis online menguntungkan penjual sebab pembeli datang dari berbagai belahan dunia yang terjamah teknologi internet. Namun di sisi lain, artinya penjual juga harus berhadapan dengan banyak kompetitor yang juga berdagang produk sejenis di dunia maya. Salah satu cara untuk menghadapi persaingan bisnis online yang luas adalah dengan membangun koneksi yang luas pula. Jika tidak memiliki jaringan yang luas–misalnya dalam bentuk kerja sama dengan pemasok luar negeri–penjual akan tertinggal dari kompetitornya.
  • Minim simpanan uang
  • Besarnya simpanan atau tabungan terkait dengan dua faktor, yaitu kekuatan modal awal yang dimiliki penjual dan besarnya persentase profit dari penjualan produk. Sebenarnya, memulai bisnis dengan modal minim bukanlah masalah besar, apalagi jika penjual berbisnis di ranah online. Yang perlu diingat, jika memiliki modal yang sedikit atau bahkan nol, penjual harus pandai mengalokasikan profit untuk tabungan dan biaya operasional. Jika profit digunakan seluruhnya untuk biaya operasional, penjual tidak akan memiliki tabungan atau simpanan yang bisa dijadikan cadangan untuk mengantisipasi masa-masa kritis. Pada banyak kasus, bisnis yang dijalankan tanpa tabungan atau simpanan akhirnya akan gulung tikar.
  • Tidak komunikatif dengan pembeli
  • Pemasaran produk secara online memungkinkan para konsumen berinteraksi dengan penjual melalui media sosial. Komentar, tanggapan, dan pertanyaan pembeli dapat disampaikan melalui akun media sosial atau toko onlinel. Menghadapi hal ini, penjual harus mampu menanggapi setiap umpan balik dari pembeli dengan bijak. Penjual perlu menjawab komentar dan pertanyaan terkait produk dalam jangka waktu yang relatif cepat. Jika tanggapan dari penjual terlalu lama tidak direspon, pembeli akan mencari penjual lain yang lebih komunikatif terhadap para pelanggannya.
  • Minim perencanaan
  • They who don’t plan, plan to fail. Pepatah ini cocok bagi para pengusaha pemula yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Perencanaan, biasa disebut action plan, mempermudah penjual untuk memilih opsi terbaik di antara sekian banyak alternatif. Action plan ini menjadi pedoman atau guidelines bagi penjual untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis yang direncanakan dengan baik akan memperkecil risiko bagi penjual untuk mengambil keputusan yang salah.
  • Tidak punya blog atau situs
  • Website di sini tentu saja tidak harus sebuah situs dengan domain yang berbayar. Di awal-awal bisnis, blog gratisan bisa menjadi toko online tempat pembeli berbelanja. Ketiadaan website atau blog gratisan membuat pembeli sulit menemukan merek bisnis penjual melalui search engine. Betul bahwa bisnis online masih bisa dilakukan via Facebook atau Twitter. Namun, ingatlah bahwa konsumen tidak hanya datang dari para pengguna media sosial. Melalui website atau blog gratisan, penjual dapat mengakomodir pembeli yang tidak memiliki akun Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya.
  • Media sosial terbengkalai
  • Memiliki akun bisnis di media sosial memang gratis, namun pengelolaannya membutuhkan waktu dan tenaga penjual. Jika akun Facebook atau Twitter tidak diperbarui secara berkala, penjual akan menciptakan kesan bahwa ia tidak serius berbisnis. Kredibilitas penjual di mata pembeli pun menjadi berkurang. Akun-akun media sosial sebuah merek bisnis yang kontennya tidak diperbarui akan terkesan terbengkalai dan “tidak terawat”. Ibarat sebuah toko offline, pembeli enggan berbelanja di toko yang tidak enak dipandang atau “tidak terawat”.
  • Boros
  • Penting bagi pebisnis pemula untuk dapat menahan diri terhadap hal-hal yang bisa memperlemah kondisi finansial bisnis. Pebisnis pemula biasanya ingin agar bisnisnya dibuka dengan hal yang serba baru, misalnya bangunan toko yang baru atau furnitur dan perangkat elektronik baru. Banyak pebisnis pemula yang menginginkan semua hal serba baru dengan alasan prestise atau gengsi. Sebenarnya, tidak semua hal harus serba baru. Perilaku konsumtif dan boros ini hanya akan membuat bisnis mengalokasikan uangnya untuk hal-hal yang tidak esensial. Yang terpenting dari sebuah usaha baru adalah manajemen bisnis di dalamnya, bukan tetek-bengek yang terlihat bagus hanya dari tampak luar.
***
(ar)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © TRIK TOKO ONLINE -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -